Profil UKM mitra YDBA

Mencari Trik Jitu di Tengah Kegagalan yang Menghadang

Kegigihan adalah salah satu faktor dari pencapaian kesuksesan. Bila kita memiliki mimpi ataupun cita-cita dan berjuang keras untuk meraihnya, maka serasa tidak ada hambatan yang mampu menghalangi terwujudnya mimpi. Itulah kalimat yang dapat menggambarkan perjuangan Tukimun Taufik (40) dalam merintis usaha bengkel yang mulai digelutinya sejak tahun 2009. 
 
Memulai karirnya di bidang entertaintment dan farmasi tak menyangka membuatnya masuk dalam bisnis perbengkelan yang selama ini ia impikan. Menurutnya, menjadi pebisnis itu adalah masa depannya, karena tak selamanya seseorang itu akan menjadi tenaga kerja. Oleh karena itu, ia mulai bemimpi dan berusaha merealisasikan mimpinya menjadi sebuah kenyatan bukan impian.
 
Bermula saat motor yang ditumpakinya mengalami kemogokan di sebuah daerah yang memaksa ia berhenti dan mencari pertolongan, membuat Taufik mau tidak mau mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk memperbaiki motornya. Dengan rasa menyesal karena ketidaktahuannya mengenai dunia otomotif, Taufik bertekad mempelajarinya dan menjadikan ilmu tersebut menjadi bisnisnya hingga masa tua kelak.
 
Bermodal tekad dan tidak malu untuk bertanya, Taufik mendatangi teman-temannya yang memiliki usaha bengkel roda-2. Melalui teman-temannya itulah, Taufik belajar dan mencoba untuk mengenal lebih dekat mengenai dunia bengkel tersebut. Walau status sebagai karyawan di sebuah apotik, tidak membuat Taufik malu dan berhenti berusaha untuk memulai langkahnya membangun sebuah bisnis perbengkelan.
 
Usaha dan doa yang selama ini Taufik lakukanpun membuahkan hasil yang tidak percuma, tahun 2009 di sekitar tempat tinggalnya muncul informasi mengenai pendaftaran pelatihan perbengkelan di Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bekerjasama dengan Kompas dan Pelindo, tidak berpikir lama Taufik pun mendaftarkan dirinya sebagai peserta. Menurutnya, ini adalah hal yang ditunggu dalam hidupnya. Bapak 3 anak ini pun mengikuti pelatihan yang diadakan YDBA selam 2 bulan. Pelatihan yang membuatnya menjadi peserta terbaik pertama ini memberikannya kesempatan untuk mengelola bengkel sebagai hadiah dari pelatihan tersebut.
 
Bersama dua temannya, Taufik mengelola bengkel yang berukuran 6x4 m2 di daerah Klender, Jakarta Timur. Uang sebesar Rp 3 juta menjadi uang tambahan yang Taufik keluarkan untuk membeli peralatan bengkel yang dikelolanya. Bengkel khusus kendaraan roda 2 ini menawarkan berbagai macam pelayanan kepada pelanggannya mulai dari Service, Kelistrikan, Penggatian Pelumas, Penggantian Ban, Penyediaan Spare Part hingga Tambal Ban.
 
 
 
Bengkel roda-2 yang dinamainya “Anugrah Bengkel” ini memiliki sesuatu yang berbeda dengan bengkel biasanya. Karena bengkel yang menurut Taufik adalah Anugrah ini, menjadikan Taufik selalu ingin memberikan pelayanan kepada konsumen dengan maksimal. Pelayanan yang diberikan salah satunya dengan memberikan edukasi atau pengetahuan kepada konsumen mengenai ilmu yang berkaitan dengan masalah kendaraan roda-2 yang dihadapi konsumen tersebut. “Saya selalu berusaha memberikan edukasi kepada pelanggan saya. Saya ingin mereka juga tahu kondisi yang dialami kendaraannya. Mengenai takut atau tidaknya konsumen lebih pintar dari saya, saya tidak pernah berpikir sejauh itu. Menurut saya, ketika saya memberikan ilmu baru bagi orang lain, sudah membuat saya merasa bermanfaat untuk orang lain”, ujarnya.
 
Bisnis yang telah dijalankannya selama 6 tahun ini tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Pada tahun 2012, dua rekannya yang menjadi partner usahanya tersebut keluar memilih usaha lain. Mau tidak mau, Taufik harus mengelola bengkel yang telah diamanatkan kepadanya tersebut  sendiri. Kekhawatiran untuk tidak dapat mengelolanya sendiripun selalu muncul dalam benak Taufik. Namun, bukan Taufik namanya jika trik jitu tidak ia cari untuk memuluskan usaha bengkelnya.
 
Selalu bertanya, mencari tahu perkembangan bengkel hingga mengikuti pelatihan adalah trik jitu yang Taufik lakukan untuk mengembangkan bengkelnya. Tidak pernah absen mengikuti pelatihan yang diadakan YDBA, membuat Taufik selalu percaya diri menjalankan usahanya. Pelatihan Pembukuan, Manajemen dan Product Knowledge adalah beberapa pelatihan yang diikuti Taufik di YDBA. Walaupun bengkelnya harus tutup saat ia ikut pelatihan, tidak membuatnya merasa rugi terhadap hal itu. Baginya ilmu adalah akar dari usahanya. Pelanggan yang selama ini datangpun selalu setia berkunjung dan membawa motornya ke bengkel yang selama ini dikelola Taufik.
 
Satu hal yang menjadi prinsipnya dalam menjalankan usahanya selama ini adalah “Kegagalan harus jadi cambuk untuk mencari solusi untuk maju. Kalau belum berhasil, harus terus cari solusi itu. Jangan pernah mundur dari antrian, tapi teruskan dan harus sabar”, ucap Bapak berusia 40 tahun ini. 
 
 
kembali
Profil lainnya

Senin, 03 Okt 2016

Yosephine Onie : Dari Garasi Menembus Pasar Luar Negeri

Keinginan untuk menjadi seorang pengusaha dapat datang dari mana saja. ...

Selasa, 24 Mei 2016

Mengekspresikan Diri melalui Serpihan Kulit Telur

Kulit telur? Hampir semua orang menganggapnya sebagai sampah yang ...

Jumat, 18 Mar 2016

Lakukan Sesuatu untuk Mencapai Mimpi

Do Something untuk Mencapai Mimpi   Eki Komarudin, ...

Rabu, 02 Mar 2016

Dikejar kolektor

DJAJANG NASIR : CV ARTHA MULTI TEHNIK   Saat ini, banyak ...