Profil UKM mitra YDBA

Mengekspresikan Diri melalui Serpihan Kulit Telur

Kulit telur? Hampir semua orang menganggapnya sebagai sampah yang tidak berguna. Tapi tidak untuk Teguh Joko Dwiyono, pria yang akrab disapa Dwiyono ini menilai kulit telur sebagai sumber mata pencaharian.
 
Bisnis seni dari kulit telur atau art of egg shell bermula ketika sang isteri, Eriyanti, sedang menggoreng telur di dapur. Kulit telur yang dipecahnya berceceran di lantai dapur dan secara tak sengaja diinjak oleh Dwiyono. Setengah terkejut, Dwiyono memperhatikan buah ulahnya tersebut dan secara tiba-tiba tergagas sebuah ide menarik untuk membuat sebuah kreasi seni rupa berbahan dasar kulit telur. Iseng-iseng Dwiyono pun mulai berkreasi. 
 
Selama dua tahun lamanya ia berkreasi menjadikan kulit telur tersebut menjadi berbagai kerajinan yang bernilai harganya. Dan pada tahun 2008 di tengah terjadinya krisis moneter, dimana perusahaan tempat bekerjanya bangkrut, Dwiyono yang lulusan teknik sipil dari universitas swasta di Yogyakarta ini terpaksa banting setir. Didampingi kesetiaan serta dorongan mental dari sang isteri, Eryanti, Dwiyono lalu memutuskan untuk menjadikan ide kreasi seninya tersebut sebagai sumber pencahariannya.
 
Pada tahun tersebut ia coba menawarkan berbagai produk hasil kerajinannya di berbagai pasar festival. Ternyata mendapatkan respon positif, tidak hanya datang dari masyarakat Indonesia, namun dari negara lain seperti Selandia Baru dan Belanda. 
 
Tahun pertama bisnis kerajinan kulit Dwiyono berjalan mulus, namun siapa sangka, di tahun kedua bisnis ayah dari dua anak ini mengalami keterpurukan. Sikapnya yang terlalu berani menerima menerima order dari berbagai customer, menjadi bumerang pengelolaan bisnisnya. Dwiyono tidak berhasil memberikan pelayanan yang baik bagi customer. Janji untuk memenuhi permintaan customer pun tidak ditepati. Sampai akhirnya Dwiyono mengalami kerugian akibat ulah nekatnya. 
 
Tinggal di rumah kontrakan dan tidak punya apa-apa membuat Dwiyono sadar, bahwa bisnis tidak hanya bermodalkan nekat. Tetapi seorang pebisnis itu memutuhkan ilmu dalam mengelola semua hal, termasuk manajemen keuangan, manajemen produksi bahkan manajemen waktu. Menyadari keterpurukannya saat itu, pria asal Magetan ini menanam 3 benih dalam dirinya, yaitu Keyakinan, Kemauan dan Kesabaran. Ia yakin, dengan keterpurukannya ini ia dapat belajar menuju sukses. Dengan kondisi seperti ini ia juga harus memiliki kemauan untuk berintrospeksi diri, sehingga tidak ada lagi kata mengeluh, tidak lagi nekat dan tidak ada lagi sikap malas belajar. Dan kesabaran harus selalu ia tanamkan dalam menjalankan roda bisnisnya yang  jatuh-bangun.
 
Dengan mengikuti berbagai pelatihan, membaca buku mengenai bisnis dan rajin bertanya  kepada pelaku bisnis lainnya, tahun 2000 ia kembali bangkit. Ia mulai aktif mencari berbagai jaringan bisnis termasuk ke YDBA yang memiliki berbagai program bisnis yang menurut ia dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnisnya.
 
Betul saja, YDBA membuat dia semakin optimis untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui berbagai program pelatihan yang diikutinya, Dwiyono mengaku terbantu. Tidak hanya itu, YDBA juga membuat Dwiyono memiliki banyak networking. Melalui program fasilitasi pasar yang diberikan YDBA, seperti Pameran Inacraft dan Trade Expo Indonesia membuat bisnisnya semakin banyak dikenal masyarakat luas. 
 
Suka duka dalam bisnisnya pun terus berjalan. Tahun 2005, Dwiyono mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pencetus seni lukis kulit telur pertama di Indonesia. Di tengah-tengah kesibukannya merancang desain kerajinan kulit telur, Dwiyono juga menyempatkan diri membagi ilmunya secara gratis kepada ratusan remaja putus sekolah di wilayah Jakarta, Bekasi, Bali dan Lombok. Ia ingin mentransfer pengalaman dan wawasan membuka usaha serta teknik pemasaran produk yang efektif agar para generasi bangsa yang kurang beruntung itu bisa turut menyemarakkan dunia UMKM Indonesia dan mengubah nasib hidup serta bangsanya. 
 
kembali
Profil lainnya

Kamis, 03 Ags 2017

Misrani: Sambil Bertani, Sambil Mendidik

Jumlah petani di Indonesia semakin sedikit dari waktu ke waktu. Maka ...

Kamis, 03 Ags 2017

Hari Widjaya: Siap Menuju UKM Bengkel Mandiri

Menjalankan sebuah usaha bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti ...

Senin, 03 Okt 2016

Yosephine Onie : Dari Garasi Menembus Pasar Luar Negeri

Keinginan untuk menjadi seorang pengusaha dapat datang dari mana saja. ...

Selasa, 24 Mei 2016

Mencari Trik Jitu di Tengah Kegagalan yang Menghadang

Kegigihan adalah salah satu faktor dari pencapaian kesuksesan. Bila ...