Profil UKM mitra YDBA

Yosephine Onie : Dari Garasi Menembus Pasar Luar Negeri

Keinginan untuk menjadi seorang pengusaha dapat datang dari mana saja. Sebagian orang memang memiliki jiwa kewirausahaan tersebut sejak lahir, sebagian menemukannya karena tekanan keadaan, dan sebagian lagi menemukan jiwa wirausahanya karena melihat peluang yang terbuka di sekitarnya. Bagi Yosephine Onie , keinginan untuk berwirausaha timbul ketika Indonesia kala itu mulai dilanda krisis ekonomi. Profesinya sebagai arsitek yang bekerja berdasarkan proyek membuatnya sepi pesanan di kala kondisi ekonomi nasional sedang menuju ke arah krisis moneter hebat. Namun, Onie tak hanya diam menunggu. 
Berbekal pengetahuan yang didapatkannya di Australia, pada tahun 1996 ia mulai membuka sebuah kursus kerajinan papertole 3 dimensi di Jakarta. Tempat kursus yang ia awali di garasi rumahnya ini pun perlahan mulai diminati oleh masyarakat yang ingin belajar membuat kerajinan papertole. Seiring dengan semakin berkembangnya tempat kursus miliknya, Onie memperluas tempat kursusnya dan mulai melayani pembuatan souvenir dari beberapa instansi. Pada tahun 2008, ia pun meluncurkan merek ‘OnieCraft’ sebagai merek untuk kerajinan-kerajinan buatannya. 
Dalam memasarkan produknya, Onie berusaha untuk menciptakan citra produknya sebagai produk eksklusif yang sulit untuk didapatkan di tempat lain. Sehingga, ia pun sudah menentukan segmen pasar yang cukup jelas yaitu pejabat, tamu penting pemerintahan, dan kolektor maupun berbagai instansi di luar negeri. Berkat strategi pemasaran yang cukup terstruktur tersebut, produknya pun mulai mendapat tempat di hati para pelanggannya. 
Seiring dengan perkembangan bisnisnya yang cukup pesat, pada tahun 2011 OnieCraft mulai merambah segmen produk kerajinan perak, yang kemudian kembali dikembangkannya menjadi perhiasan perak pada tahun 2012. Untuk kedua produk baru tersebut, ia tetap mempertahankan citra eksklusif untuk mempertahankan pelanggan lamanya sekaligus meraup pelanggan baru pada segmen tersebut. 
Keinginan untuk mempertahankan citra sebagai produk eksklusif ternyata tidak selamanya memberi dampak positif bagi OnieCraft. Terkadang, godaan untuk menerima pesanan dalam jumlah besar namun harus dikerjakan dalam waktu yang cukup sempit membuatnya berpikir untuk memproduksi kerajinannya secara massal. Namun, komitmennya untuk menjaga kualitas produknya seringkali membuatnya menolak permintaan konsumen yang meminta produknya dalam jumlah besar namun harus dikerjakan dalam waktu yang terlalu singkat. Baginya, mempertahankan kualitas adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar, terlebih bagi produk bercitra eksklusif seperti kerajinan buatannya. 
Komitmen untuk menjaga mutu produk itu pun kemudian membuat namanya semakin dikenal. Berbagai pameran di luar negeri pun sudah diikutinya. Mulai dari Taiwan, Jepang, Singapura, Hongkong, Makau, Italia hingga Amerika Serikat sudah dikunjunginya. Berbagai pesanan ekspor pun didapatnya dari hasil pameran-pameran tersebut. Berkat kemajuan bisnisnya dari waktu ke waktu, pada awal tahun 2016 ini Onie kembali meluncurkan merek baru ‘Vite’ yang khusus melayani pesanan perhiasan perak. Berbekal nama baik yang telah dimiliki oleh OnieCraft, merek Vite pun kini sudah mulai menjajaki pasar internasional.
Kesuksesan Onie dalam menjalankan usahanya tentunya tidak didapatkan dengan begitu saja. Hal tersebut antara lain didapatkannya melalui komitmen dan kerja keras dalam menjaga mutu dan citra produknya di mata pelanggan. Selain itu, ia pun terus berusaha untuk belajar baik dari kawan maupun kompetitor. Ia bahkan mengaku senang dengan semakin banyaknya kompetitor usaha, karena menurutnya hal tersebut dapat memacunya untuk terus belajar dan menjadi lebih baik lagi. 
Selain itu, kolaborasi juga merupakan salah satu hal yang menjadi resep sukses Onie. Ia sangat antusias untuk mengikuti berbagai program pelatihan maupun kegiatan lain yang diselenggarakan oleh berbagai instansi. Ia pun aktif bergabung ke berbagai perkumpulan dan asosiasi pengusaha kerajinan untuk mengembangkan jejaring bisnisnya. Kini ia pun aktif sebagai humas di Ikatan Alumni Pelatihan Ekspor Impor dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk membantu UMKM di berbagai daerah di Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka. Melalui hal tersebut, ia ingin agar UMKM di Indonesia dapat menjalin kolaborasi agar dapat tumbuh bersama menggerakkan perekonomian Indonesia.
 
kembali
Profil lainnya

Selasa, 24 Mei 2016

Mengekspresikan Diri melalui Serpihan Kulit Telur

Kulit telur? Hampir semua orang menganggapnya sebagai sampah yang ...

Selasa, 24 Mei 2016

Mencari Trik Jitu di Tengah Kegagalan yang Menghadang

Kegigihan adalah salah satu faktor dari pencapaian kesuksesan. Bila ...

Jumat, 18 Mar 2016

Lakukan Sesuatu untuk Mencapai Mimpi

Do Something untuk Mencapai Mimpi   Eki Komarudin, ...

Rabu, 02 Mar 2016

Dikejar kolektor

DJAJANG NASIR : CV ARTHA MULTI TEHNIK   Saat ini, banyak ...