Berita YDBA

YDBA Telah Memberangkatkan 115 UMKM Mitranya ke Jepang

Jumat, 09 Des 2016
Tahun ini adalah gelombang kelima Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) memberangkatkan UMKM Mitranya ke Jepang untuk mengikuti training The Program on Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka, Jepang.
 
Pemberangkatan Angkatan I dilakukan pada tahun 2013 dengan jumlah 24 UMKM, Angkatan II dan III tahun 2014 dengan memberangkatkan 48 UMKM, sedangkan Angkatan IV memberangkatkan 22 UMKM. Angkatan V yang dilaksanakan tahun ini memberangkatkan 21 UMKM Mitra YDBA yang bergerak di bidang manufaktur, bengkel dan kerajinan.
 
Program ini merupakan kerjasama YDBA, The Overseas Human Resources and Industry Development Association (HIDA) dan Himpunan Alumni AOTS - HIDA Indonesia (HAAI). HIDA adalah organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang untuk mempromosikan kerjasama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar dan program lainnya.  
 
Tahun ini, training akan dilaksanakan pada tanggal 7 – 20 Desember 2016. Peserta akan mendapatkan pelatihan manajemen perusahaan dan kesempatan benchmarking ke beberapa UKM Jepang. Diberangkatkannya UMKM ke Jepang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan daya saing. Hal ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi Mandiri.
 
Program ini juga ditujukan agar peserta memahami karakteristik UMKM ‘excellence’ di Jepang melalui pembelajaran filosofi manajemen dan proses pengembangan strategi manajemen. Selain itu, UMKM diharapkan pula mampu menganalisis masalah-masalah yang terjadi di perusahaannya masing-masing, serta dapat memformulasikan rencana penyelesaiannya. Dalam training ini juga dilaksanakan temu bisnis dengan mempertemukan UMKM Jepang dengan UMKM  Mitra YDBA. 
 
Proses Seleksi
Seluruh UMKM Mitra YDBA ini telah mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi Pre Training Report yang terdiri dari struktur organisasi dan company profile. Bidang usaha dari UMKM juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan oleh HIDA.
 
Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja, dalam acara pelepasan peserta training The Program on Corporate Management for Indonesia (IDCM) 2016 di kantor YDBA (5/12) menyampaikan : “Kami berharap, ada ilmu baru yang dapat dibawa dan diimplementasikan oleh para peserta di perusahaannya masing-masing. Dimana, ilmu tersebut dapat mendukung bisnis UMKM agar naik kelas. Sehingga mereka akan terus tumbuh, maju dan akhirnya menjadi perusahaan yang sustain,” ujarnya. 
 
Selain itu, beliau juga menyampaikan harapannya agar program kerjasama YDBA, HIDA dan HAAI ini terus berlanjut dan semakin banyak UMKM yang mengikuti training ini. Dengan demikian UMKM bisa mempunyai standar pengembangan bisnisnya.   
 
 
 
Acara pelepasan berlangsung pada tanggal 5 Desember 2016 di kantor YDBA, Jakarta. Selain Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja, hadir dalam acara ini, yaitu General Manager HIDA Jakarta Office Mr. Hayato Tanaka dan Ketua Pengurus HAAI F.X. Sri Martono.
 
Leony, salah satu alumni training mengungkapkan : “Selain menyadarkan kita pentingnya untuk terus ber-kaizen dan melakukan improvement, pelatihan ini juga menyadarkan saya bahwa banyak sekali pekerjaan rumah (PR) yang harus segera saya bereskan dan selesaikan, termasuk kondisi 5R di perusahaan, manajemen SDM serta etos kerja yang dapat menjadikan perusahaan berkembang dan bertahan,” ucap Pemilik CV Azkasyah ini.
 
Sekilas YDBA
YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi Berikan Kail Bukan Ikan. YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. 
 
YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada UMKM yang meliputi UMKM subkontraktor terkait value chain bisnis Astra, manufaktur tidak terkait bisnis Astra, bengkel mitra Honda, Astra Honda Authorized Service Station, bengkel umum roda empat, bengkel umum roda dua, pengrajin dan petani.
 
YDBA memfasilitasi UMKM yang tersebar di Indonesia baik yang masuk dalam value chain bisnis Astra maupun yang tidak masuk dalam value chain bisnis Astra. Dalam menjalankan program pembinaan UMKM, YDBA tetap berfokus pada operating values, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible dan Excellent. YDBA juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM sesuai dengan kebutuhannya, yaitu untuk mencapai kemandirian. 
 
Untuk melakukan pembinaan di berbagai daerah, YDBA bersinergi dengan Grup Astra dan nonGrup Astra telah mendirikan 16 LPB dengan jumlah LPB yang masih aktif saat ini sebanyak 12 LPB yang berlokasi di Mataram, Sidoarjo, Palembang, Tapin Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Tegal, Paser Kalimantan Timur, Pontianak, Muara Enim, Sangatta, Bontang Kalimantan Timur dan Semarang.
 
Selain itu, YDBA juga mengembangkan sektor unggulan dalam rangka mengembangkan komunitas UMKM yang menonjol secara ekonomi dengan harapan komunitas tersebut dapat melakukan usaha dengan berkelanjutan.
 
Hingga November 2016, YDBA telah merintis sektor unggulan di Waru Sidoarjo yang fokus pada pengembangan Logam, Yogyakarta pengembangan Alumunium, Tapin Kalimantan Selatan pengembangan pertanian hortikultura, Muara Enim pengembangan budidaya jamur tiram dan Sangatta Kalimantan Timur pengembangan perikanan.
 
Untuk membantu UMKM dan masyarakat di daerah dalam mendapatkan akses pembiayaan, YDBA bersama Grup Astra mendirikan LKM/koperasi. Sampai saat ini, YDBA telah mendirikan 10 LKM/koperasi yang tersebar di Tabalong Kalimantan Selatan, Buntok Kalimantan Tengah, Tamiang Layang Kalimantan Tengah, Balangan Kalimantan Selatan, Mamuju Utara Sulawesi Barat, Mamuju Sulawesi Barat, Tapin Kalimantan Selatan, Kutai Barat Kalimantan Timur, Kumai Kalimantan Tengah dan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.  
 
Hingga Agustus 2016, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 9.610 UMKM. Untuk pemuda putus sekolah, YDBA telah melatih 605 pemuda putus sekolah menjadi mekanik. YDBA juga telah menciptakan 62.765 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.
 
kembali
Berita lainnya

Senin, 19 Jun 2017

Kick Off Sektor Unggulan di Bontang

Pada 27 April 2017, YDBA mengadakan Kick Off Sektor Unggulan Padi ...

Senin, 19 Jun 2017

UMKM YDBA Kembali Ramaikan Pameran INACRAFT

Untuk memberikan akses pasar serta mempromosikan produk UMKM ...

Senin, 19 Jun 2017

YDBA dan AHM Raih Penghargaan Special Recognition di InnovAstra 2017

Sebagai apresiasi atas inovasi yang dihasilkan YDBA dan PT Astra Honda ...

Senin, 19 Jun 2017

Menteri Sri Mulyani: Tren Ekonomi Indonesia 2017 Mulai Positif

Setelah menyentuh dasar (bottom) pada tahun 2016, tren perekonomian ...