Berita YDBA

Menteri Sri Mulyani: Tren Ekonomi Indonesia 2017 Mulai Positif

Senin, 19 Jun 2017

Setelah menyentuh dasar (bottom) pada tahun 2016, tren perekonomian Indonesia tahun 2017 ini mulai pulih dan berjalan ke arah positif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar makro ekonomi dengan tema Kondisi Ekonomi 2017 dan Tantangannya Bagi UMKM yang diadakan YDBA pada tanggal 3 April 2017.

“Tahun 2016 kita harapkan sudah bottom, sehingga tahun 2017 mulai positif. Indikator itu terlihat dari semua mesin ekonomi yang mulai berjalan normal. Faktor eksternal tidak lagi menjadi faktor pelemah ekonomi Indonesia,” ujar Sri Mulyani saat memberikan paparannya di hadapan lebih dari 600 orang undangan, yang terdiri dari UMKM mitra YDBA bidang manufaktur, bengkel dan kerajinan, akademisi, pebisnis dan eksekutif Grup Astra.

Hadir dalam seminar tersebut Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dan jajaran direksi, Ketua Pembina YDBA Johannes Loman serta  Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja.

Seminar makro ekonomi bagi UMKM merupakan tradisi Astra melalui YDBA untuk mengedukasi mitranya agar memahami dan mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan ekonomi, sehingga mereka dapat dengan cerdas merumuskan setiap perencanaan bisnisnya. Tidak hanya itu, para UMKM diharapkan dapat memanfaatkan informasi yang disampaikan Sri Mulyani dalam menyiasati kondisi ekonomi tahun 2017.

Sri Mulyani menambahkan mesin pendorong pertumbuhan ekonomi  seperti konsumsi domestik, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor minus impor diharapkan bisa menjadi bantalan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah tren positif itu, ujarnya, Pemerintah Indonesia memiliki instrumen untuk mendorong pertumbuhan tersebut, yakni anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang kredibel dan kuat.

“Jika 10 tahun lalu, kita berbicara bagaimana mendapatkan dana untuk membiayai belanja negara, saat ini adalah bagaimana kita membelanjakan APBN dengan berkualitas dan lebih baik,” tuturnya.

Lolos Dari Middle Income Trap
Dengan pendapatan per kapita hampir sebesar US$ 4.000 dan jumlah penduduk mendekati 250 juta jiwa, tutur  Sri Mulyani, ekonomi Indonesia saat ini masuk middle income country. Namun, ekonomi Indonesia harus dapat melanjutkan pertumbuhannya dan masuk dalam high income country.

“Banyak negara-negara setelah masuk middle income country mengalami stagnasi pertumbuhan. Kita harus bisa lolos dari middle income trap seperti Korea Selatan dan Singapura. Oleh sebab itu, pemerintah akan menggunakan seluruh instrumen untuk mengatasi hal ini, sehingga Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi besar kelima pada 2045.”

Pada kesempatan yang sama Menkeu menjelaskan bahwa UMKM tidak perlu khawatir, melainkan harus optimis, motivatif, punya ambisi positif serta menerapkan azas prudent (kehati-hatian). “Saya mengajak UMKM yang hadir di sini mampu memiliki semangat di atas agar bisa menjadi aset bangsa dan bukan liabilitas.”
 

kembali
Berita lainnya

Senin, 09 Okt 2017

YDBA Kembangkan Sektor Unggulan Kuliner di Mataram

Menghadapi tantangan dalam bidang pembinaan UMKM yang menuntut ...

Senin, 18 Sept 2017

Kick Off Sektor Unggulan Pupuk Organik di Semarang

Keberadaan danau alami yang luasnya mencapai 2770 hektar di ...

Selasa, 12 Sept 2017

Tahun ini, YDBA Berangkatkan UKM Batch 6 ke Jepang

Tahun ini adalah gelombang keenam Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) ...

Senin, 14 Ags 2017

Menteri Perindustrian Kunjungi Booth YDBA di GIIAS

Pada Pembukaan Gaikindo Indonesia International Autoshow (GIIAS) ...