Yayasan Dharma Bhakti Astra Yayasan Dharma Bhakti Astra
06 Oktober 2022 Artikel

Praktik Negosiasi Bagi UMKM: Mengusahakan Tujuan Lewat Percakapan

Kredit: freepik.com/yanalya

 

Keuntungan adalah salah satu hal yang didambakan oleh tiap pelaku usaha. Untuk mencapainya, dibutuhkan keterampilan yang mumpuni dalam mengelola bisnis, baik dari segi produk ataupun hubungan dengan pelanggan. Meluaskan keterampilan soal hubungan, secara spesifik penting bagi pelaku UMKM untuk terampil bernegosiasi.

Keterampilan negosiasi tidak hanya terjadi dalam konteks tawar-menawar produk. Hal lain seperti posisi  kerja sama, nilai perusahaan, hingga area pemasaran jadi bentuk yang juga dapat dinegosiasikan. Pastinya orientasi negosiasi selalu berkaitan erat dengan objektif UMKM untuk selalu bertumbuh besar, meskipun dalam beberapa momentum negosiasi tidak selalu berhasil. Perlu untuk memerhatikan strategi  saat melakukan aktivitas ini, tidak lain menjadi upaya menyiapkan diri saat menghadapi segala bentuk karakter dan respons dari mitra negosiasi nantinya.

Negosiasi Tidak Selalu Lisan

Pesatnya perkembangan mode komunikasi memungkinkan negosiasi terjadi dalam bentuk sinkronus ataupun asinkronus. Saat menghadapi negosiasi asinkronus atau misalnya melalui pesan teks, para pelaku UMKM seyogianya perlu memiliki kemampuan membaca teks dan konteks secara mahir, serta mempresentasikan ide melalui tulisan. Jika saat ini belum memiliki keterampilan ini, pelaku UMKM dapat  memulainya dengan rutin membaca buku tiap hari, serta latihan membaca konteks melalui media sosial. Latihan biasanya akan mendorong seseorang jadi lebih terbiasa dan adaptif saat menemui konteks serupa di proses negosiasi kemudian hari.

Negosiasi Adalah Proses

Kesepakatan dari hasil negosiasi sering kali tidak bisa didapat di waktu yang sebentar. Amat penting untuk tidak teburu-buru mendesak mitra negosiasi untuk menyepakati perundingan, alias perlunya karakter sabar dalam proses ini. Lebih dari sekadar aktivitas tawar-menawar, pelaku UMKM juga perlu membangun relasi kuat terhadap mitra negosiasi, pun akan lebih baik jika relasinya mampu personal. Meminjam fungsi komunikasinya Alo Liliweri, dalam menjalankan interaksi, seseorang dapat menjalankan berbagai fungsi, di antaranya fungsi memberikan informasi, menerangkan, mendidik, dan menghibur. Untuk menggaet relasi yang personal-profesional, pelaku UMKM dapat mengacu pada keragaman fungsi tersebut.

Aktivitas Negosiasi Amat Kompleks

Melansir dari Scielo, seorang responden riset jurnal menyatakan dalam proses negosiasi, penting untuk mengetahui cara mendekati orang, juga penting untuk tahu apa yang harus dikatakan kepada mereka, termasuk cara memperlakukan mereka, sehingga mereka dapat tertarik dengan produk yang ditawarkan. Melihat pernyataan tersebut, tak heran jika istilah “kompleks” disematkan pada  aktivitas ini. Berfokus pada tujuan negosiasi juga tidak semata-mata menghilangkan makna berpikir. Bagian ini erat dengan proses persiapan negosiasi, yakni penting bagi tiap orang untuk memiliki pola berpikir yang terbuka, empati, dan penuh opsi. Perbedaan karakter manusia antara negosiator dan mitra negosiasi, serta perbedaan ekspetasi keduanya saat bertemu, mengharuskan pelaku UMKM punya beragam opsi saat hadir dalam proses negosiasi.

Praktik baik di atas berupaya untuk menjadikan proses negosiasi lebih maksimal. Jika saat ini rekan-rekan pelaku UMKM belum memilikinya, penting untuk melatihnya, dari sekarang, karena siapapun tidak pernah menduga datangnya kesempatan membangun bisnis yang lebih luas.  

Artikel Terkait

Sumber: Freepik.com

MENJAGA HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN

30 November 2022

Sumber: Bay Ismoyo/AFP/Pool/Getty Images

PEMIMPIN UMKM VERSUS KRISIS IKLIM

18 November 2022

Freepik.com

Digitalisasi UMKM: Pentingkah Untuk Dimulai?

25 Oktober 2022

Shutterstock/Nito

Indonesia: Si Pembuang Makanan di Garis Kelaparan

Berdasarkan Gl...

19 September 2022