Sustainable Finance (Keuangan berkelanjutan) merupakan aktivitas perekonomian yang tidak hanya melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi namun mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial serta tata kelola untuk investasi dalam jangka panjang.UMKM dapat berkontribusi penuh mendukung program sustainable finance ini dalam memulihkan kondisi lingkungan terutama fokus kita memerangi perubahan iklim.
Tantangan terbesar dalam melaksanakan kegiatan sustainable finance di Indonesia ialah meyakinkan kepada pelaku usaha serta masyarakat apabila ingin menghasilkan keuntungan usaha yang lebih awet dapat dilakukan dengan memikirkan jangka panjang dengan mempertimbangkan sumberdaya alam dan dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat.
Oleh sebab itu, perlunya tindakan inisiatif yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan dengan jangka yang pendek namun memiliki kemakmuran di masa depan. Disisi lain peluang tampaknya hadir di era Pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang menuntun bisnis keranah digital. Penggunaan digitalisasi memudahkan pengaksesan arus informasi secara cepat dalam mengambil sebuah keputusan investasi.
Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Pelaku usaha UMKM dapat melakukan 7 langkah inisiatif dalam membangun Konsep Keuangan Berkelanjutan, seperti :
- Kebijakan : pelaku usaha diminta menyediakan wadah untuk pengembangan berbagai kebijakan untuk mendukung keungan berkelanjutan
- Produk : pelaku usaha harus memiliki inovasi untuk mengembangkan jenis produk usaha dan layanan berkelanjutan seperti dampak serta bagaimana pengelolahan dari limbah yang dihasilkan dari produksi usaha
- Infrastruktur pasar : mengembangkan prasarana teknologi dan informasi perusahaan yang mendukung dari kegiatan keuangan berkelanjutan
- Koordinasi Kementrian atau Lembaga (K/L) : memperluas jaringan koordinasi pelaku usaha dengan Kementerian maupun Lembaga serta pemangku kepentingan dalam menjalin pertukaran informasi dengan UMKM
- Dukungan Non-Pemerintah : dukungan hadir dalam bentuk permintaan dan penawaran atau dalam dunia ekonomi disebut dengan supply and demand. Dukungan dapat diperoleh pelaku usaha dalam bentuk dukungan riset dari lembaga riset, universitas dan tenaga ahli. Serta dukungan dari Lembaga Internasional sangat dibutuhkan untuk pengembangan inisiatif keuangan berkelanjutan.
- Sumberdaya Manusia : melakukan pengembangan internal dan eksternal melalui beberapa program capacity building yang sudah terstruktur dan massif untuk UMKM
- Awareness : mendapatkan kesadaran/perhatian bagi pelaku usaha dapat dilakukan dengan adanya pengembangan strategi komunikasi mengenai keuangan berkelanjutan kepada industry keuangan, pemangku kepentingan terkait serta masyarakat.
Maka dalam memulai investasi para pelaku usaha UMKM hendaknya untuk melakukan riset dan memahami sektor apa saja yang bergerak dalam bidang tersebut. Sudah saatnya pelaku usaha melakukan investasi dengan peduli terhadap lingkungan agar dapat diturunkan untuk generasi-generasi muda berikutnya.
Sumber : Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu)