Yayasan Dharma Bhakti Astra Yayasan Dharma Bhakti Astra
16 September 2022 Siaran pers

Petani Jahe Merah Lebak Banten Binaan YDBA Hasilkan Panen 32,5 Ton

Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala (tengah); Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto (ketiga kanan) ; Pengurus YDBA, Vilia Husin (ketiga kiri) serta para petani binaan YDBA saat melakukan kegiatan panen jahe merah di Lebak, Banten (15/09). Panen yang melibatkan 41 petani, baik dari masyarakat Baduy maupun Non Baduy ini menghasilkan sebanyak 32,5 ton jahe merah yang dibudidaya dari 2,6 hektar lahan pertanian. Hasil panen akan dikirim para petani ke PT Bintang Toedjoe. Hasil panen tersebut meningkat 100% dari panen perdana pada 20 Oktober 2021 yang menghasilkan 16 ton jahe merah yang juga dipasok ke PT Bintang Toedjoe.

Pada 1 September 2020 lalu, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT Bintang Toedjoe berkomitmen untuk berkolaborasi mengembangkan pertanian jahe merah di Lebak, Banten. Berbagai program pembinaan baik manajemen maupun teknis telah diberikan YDBA dan PT Bintang Toedjoe kepada petani di Desa Hariang dan Kanekes, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten untuk menghasilkan produk pertanian sesuai standar quality, cost, & delivery yang ditetapkan PT Bintang Toedjoe sebagai Ayah Angkat.

Hari ini, tepatnya 15 September 2022 dilakukan panen kedua jahe merah di Lebak, Banten dengan melibatkan 41 petani baik dari masyarakat Baduy maupun  non-Baduy. Sebanyak 32,5 ton jahe merah yang dibudidaya dari 2,6 hektare lahan pertanian akan dikirim para petani ke PT Bintang Toedjoe. Hasil panen tersebut meningkat 100% dari panen perdana pada 20 Oktober 2021 yang menghasilkan 16 ton jahe merah yang juga dipasok ke PT Bintang Toedjoe.

Hadir dalam kegiatan panen ini, yaitu Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala; Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto; Pengurus YDBA, Vilia Husin serta para petani binaan dari Baduy dan non-Baduy. Sigit P. Kumala dalam sambutan di sela panen kedua ini menyampaikan apresiasi kepada para petani atas pencapaian panen yang meningkat pada tahun ini. Sigit berharap pencapaian tersebut dapat terus ditingkatkan dan para petani di Lebak, Banten juga dapat melakukan budidaya di produk lainnya, seperti cabai maupun padi yang banyak dibutuhkan oleh para calon offtaker.

Asrip, petani Baduy Luar binaan YDBA menyampaikan semangatnya dalam mengikuti program pembinaan jahe merah yang berdampak pada jumlah dan kualitas jahe yang dihasilkan. Asrip mengaku, sebelum mengikuti pembinaan, jahe merah yang dihasilkannya hanya mencapai 2 kuintal saat panen raya, kini Asrip bisa menghasilkan 2 ton dengan standar QCD sesuai yang ditetapkan oleh Ayah Angkat.

Sedangkan, Rohmat petani non-Baduy binaan YDBA menyampaikan, program pembinaan YDBA yang selama ini diikutinya mendorong Rohmat untuk melakukan inovasi, salah satunya dengan membuat simplisia sebagai produk turunan dari jahe merah basah yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Melalui produk turunan tersebut Rohmat berharap, pendapatan yang dihasilkan oleh para petani jahe merah di Lebak, Banten dapat terus meningkat.

Artikel Terkait

Produk UMKM Otomotif, Alat Kesehatan Hingga UMKM Kerajinan Hadir dalam Booth YDBA di GIIAS 2022

Tangera...

11 Agustus 2022

Kolaborasi YDBA dengan APJI dalam Membina UMKM

21 April 2022

YDBA Turut Kembangkan UMKM Manufaktur di Solo

Solo – Da...

14 April 2022

#YukExplore UMKM Indonesia Binaan YDBA

Jakarta –...

15 Maret 2022